Belum Genap Satu Semester Tahun 2022, Jumlah Penduduk di Kota Pangkalpinang Bertambah 3,6 Persen

0

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Pangkalpinang mencatat, jumlah penduduk di daerah itu naik cukup signifikan pada tahun 2022.

Belum genap satu semester, setidaknya sudah ada sekitar 8.110 jiwa orang datang ke Pangkalpinang dalam tempo 25 minggu.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan, berdasarkan data base terbaru, jumlah penduduk pada tahun 2022 ini mengalami peningkatan cukup tinggi.

Pada tahun 2021, jumlah penduduk tercatat sebanyak 225.162 jiwa. Sedangkan pada pekan kedua Juni tahun 2022 telah mencapai 233.272 jiwa.

“Kalau dikalkulasi, belum genap satu semester penambahan penduduk mencapai 3,6 persen. Nanti akhir hasilnya di Bulan Juli. Itu belum termasuk penduduk non-permanen,” kata Darwin kepada Bangkapos.com, Senin (13/6/2022).

Tingginya jumlah penduduk di Pangkalpinang, imbuhnya, dipicu oleh beberapa faktor. Satu di antaranya karena pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan. Saat ini, Pangkalpinang memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

Begitu pun dengan arus migrasi atau perpindahan penduduk, yang juga menjadi faktor paling dominan membuat masyarakat ingin pindah ke Kota Pangkalpinang.

“Pangkalpinang ini di masa kepemimpinan Pak Molen menunjukkan pembangunan yang sepertinya menjadi daya tarik pelaku usaha dan bisnis,” sebut Darwin.

Dia menyebut, terdapat beberapa wilayah yang mengalami peningkatan yang signifikan. Paling banyak berada di Kecamatan Gerunggang bertambah 2.852 jiwa atau 6,10 persen. Sementara Kelurahan Air Kepala Tujuh penduduknya bertambah 998 jiwa atau 13,38 persen.

Kemudian, Kecamatan Gabek sebanyak 1.962 jiwa atau 5,78 persen, terutama di Kelurahan Jerambah Gantung bertambah 990 jiwa atau 16,33 persen. Terakhir, Kecamatan Bukit Intan sebesar 1.879 jiwa atau 4,72 persen, terutama di kawasan Kelurahan Temberan dengan bertambah 774 jiwa atau 12,34 persen.

“Itu lokus pertumbuhan penduduk kita yang banyak sekali,” ucapnya.

Selain itu, ada beberapa kecamatan yang berkurang jumlah penduduknya seperti Kecamatan Taman Sari, lantaran tidak ada pengembangan daerah untuk pembangunan perumahan.

“Karena pasangan usia muda untuk menempati kawasan baru di Kecamatan yang sebelumnya saya sebutkan tadi. Kecamatan Rangkui juga stagnan,” imbuhnya.

Kendati demikian, kata Darwin, seiring pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi ini memang diperlukan peningkatan sarana dan prasarana kepada masyarakat terutama sekolah atau satuan pendidikan. Terutama dua daerah yang tingkat penambahan penduduknya cukup tinggi, yakni Kecamatan Gerunggang dan Gabek.

Seiring pertambahan penduduk ini dikhawatirkan menjadi permasalahan baru di Kota Pangkalpinang. Oleh karenanya, berdasarkan data ini nantinya akan dijadikan untuk bahan pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang ke depannya.

“Memang data ini untuk perencanaan pembangunan kita ke depan. Misal untuk dunia pendidikan, daerah mana yang padat. Di sana mungkin bisa ditambah sekolah dan ruang belajar baru karena peningkatan jumlah penduduk di sana sangat tinggi,” kata Darwin. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)



Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Belum Genap Satu Semester Tahun 2022, Jumlah Penduduk di Kota Pangkalpinang Bertambah 3,6 Persen, https://bangka.tribunnews.com/2022/06/13/belum-genap-satu-semester-tahun-2022-jumlah-penduduk-di-kota-pangkalpinang-bertambah-36-persen?page=2.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita



Leave A Reply

Your email address will not be published.