A.  Pencatatan biodata penduduk WNI di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

  1. Pengisian formulir F1.01
  2. Surat pengantar dari rukun tetangga dan rukun warga atau yang disebut dengan nama lain
  3. Foto copy salah satu dokumen atau bukti peristiwa kependudukan dan peristiwa penting, seperti buku nikah, kutipan akta perceraian, dan atau kutipan akta pencatatan sipil terkait lainnya
  4. Foto copy ijazah terakhir
  5. Formulir F1.04 (surat pernyataan tidak memiliki dokumen kependudukan) bila diperlukan
  6. Formulir F1.5 (surat pernyataan tanggung jawab mutlak perkawinan/perceraian belum tercatat) bila diperlukan
  7. Formulir F1.07 (Surat kuasa dalam pelayanan administrasi kependudukan) bila diperlukan

B.   Pencatatan biodata penduduk WNI yang datang dari luar wilayah NKRI karena pindah

  1. Pengisian formulir F1.01
  2. Surat pengantar dari rukun tetangga dan rukun warga atau yang disebut dengan nama lain
  3. Foto copy salah satu dokumen atau bukti peristiwa kependudukan dan peristiwa penting, seperti buku nikah, kutipan akta perceraian, dan atau kutipan akta pencatatan sipil terkait lainnya
  4. Foto copy ijazah terakhir
  5. Dokumen perjalanan republik Indonesia
  6. Surat keterangan pindah dari Perwakilan Republik Indonesia

C.   Pencatatan biodata Orang Asing yang memiliki izin tinggal terbatas dan Orang Asing yang memiliki izin tinggal tetap

  1. Pengisian formulir F1.01
  2. Foto copy dokumen perjalanan
  3. Foto copy kartu izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap

A.   Penerbitan Kartu Keluarga (KK) Baru untuk WNI

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy Buku nikah/kutipan akta perkawinan atau kutipan akta perceraian
  3. Surat keterangan pindah/surat keterangan pindah datang bagi penduduk yang pindah dalam wilayah NKRI
  4. Surat keterangan pindah luar negeri yang diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota bagi WNI yang datang dari luar wilayah NKRI karena pindah
  5. Surat keterangan pengganti tanda identitas bagi penduduk rentan Administrasi kependudukan
  6. Petikan Keputusan Presiden tentang pewarganegaraan dan berita acara pengucapan sumpah atau pernyataan janji setia bagi penduduk WNI yang semula berkewarganegaraan asing atau petikan Keputusan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang hukum tentang perubahan status kewarganegaraan

B.   Penerbitan Kartu Keluarga (KK) Baru untuk penduduk Orang Asing

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Izin tinggal tetap dan dokumen perjalanan
  3. Buku nikah/kutipan akta perkawinan atau kutipan akta perceraian
  4. Surat keterangan pindah/surat keterangan pindah datang bagi penduduk yang pindah dalam wilayah NKRI

C.   Penerbitan Kartu Keluarga (Kk) Karena Perubahan Data

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Pengisian formulir F1.06 (surat pernyataan perubahan elemen data kependudukan)
  3. Foto Copy KTP-el
  4. Kartu Keluarga (KK) Lama
  5. Surat keterangan /bukti perubahan Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting

D.   Penerbitan Kartu Keluarga (KK) karena hilang atau rusak untuk WNI

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Surat keterangan hilang dari kepolisian atau KK yang rusak
  3. Foto copy KTP-el

E.   Penerbitan Kartu Keluarga (KK) karena hilang atau rusak untuk penduduk Orang Asing

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Surat keterangan hilang dari kepolisian atau KK yang rusak
  3. Kartu Izin tinggal tetap
  4. Foto copy KTP-el

A.   Penerbitan KTP-el Baru untuk WNI

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Sudah melakukan perekaman KTP-el
  3. Telah berusia 17 (tujuh belas) tahun, sudah kawin atau pernah kawin
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)

B.   Penerbitan KTP-el Baru untuk penduduk Orang Asing

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Sudah melakukan perekaman KTP-el
  3. Telah berusia 17 (tujuh belas) tahun, sudah kawin atau pernah kawin
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  5. Dokumen perjalanan
  6. Kartu izin tinggal tetap

C.   Penerbitan KTP-el Karena Pindah Datang

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. KTP-el daerah asal atau KTP-el lama
  3. Foto copy Kartu Keluarga (KK) baru

D.   Penerbitan KTP-el karena hilang

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Surat keterangan hilang dari kepolisian
  3. Foto copy KTP-el yang hilang (bila ada)
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)

E.   Penerbitan KTP-el karena rusak

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. KTP-el rusak
  3. Kartu Keluarga (KK)

F.   Penerbitan KTP-el Karena Perpanjangan ITAB (WNA)

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. KTP-el lama
  3. Dokumen perjalanan
  4. Kartu Keluarga (KK)
  5. Kartu izin tinggal tetap

G.   Penerbitan KTP-el Luar Domisili

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Tidak melakukan perubahan data penduduk
  3. Foto copy Kartu Keluarga (KK)

H.   Penerbitan KTP-el karena perubahan data untuk WNI

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy Kartu Keluarga (KK) yang sudah diperbarui
  3. KTP-el Lama

I.   Penerbitan KTP-el karena perubahan data untuk penduduk Orang Asing

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Kartu Keluarga (KK) yang sudah diperbarui
  3. KTP-el Lama
  4. Kartu izin tinggal tetap

A.   Penerbitan KIA Baru untuk WNI

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy kutipan akta kelahiran
  3. Foto copy KTP-el kedua orang tua/wali
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  5. Pas photo anak berwarna ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar (untuk anak usia 5 tahun sampai usia 17 tahun kurang 1 hari)

B.   Penerbitan KIA Baru untuk penduduk Orang Asing

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy kutipan akta kelahiran
  3. KTP-el kedua orang tua/wali
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  5. Foto copy paspor dan izin tinggal tetap
  6. Pas photo anak berwarna ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar (untuk anak usia 5 tahun sampai usia 17 tahun kurang 1 hari)

C.   Penerbitan KIA karena hilang/rusak untuk WNI

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy kutipan akta kelahiran
  3. Foto copy KTP-el kedua orang tua/wali
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  5. Surat kehilangan dari kepolisian (untuk KIA yang hilang)
  6. KIA rusak (untukKIA yang rusak)
  7. Pas photo anak berwarna ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar (untuk anak usia 5 tahun sampai usia 17 tahun kurang 1 hari)

D.   Penerbitan KIA karena hilang/rusak untuk penduduk Orang Asing

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy kutipan akta kelahiran
  3. KTP-el kedua orang tua/wali
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK)
  5. Foto copy paspor dan izin tinggal tetap
  6. Surat kehilangan dari kepolisian (untuk KIA yang hilang)
  7. KIA rusak (untukKIA yang rusak)
  8. Pas photo anak berwarna ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar (untuk anak usia 5 tahun sampai usia 17 tahun kurang 1 hari)

E.   Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) Karena Perpanjangan ITAP (WNA)

  1. Pengisian formulir F1.02
  2. Foto copy kutipan akta kelahiran
  3. KTP-el kedua orang tua/wali
  4. Foto copy Kartu Keluarga (KK) yang sudah diperbarui
  5. Foto copy paspor dan izin tinggal tetap
  6. KIA Lama
  7. Pas photo anak berwarna ukuran 2x3 sebanyak 2 lembar (untuk anak usia 5 tahun sampai usia 17 tahun kurang 1 hari)

Surat Keterangan Pindah WNI

  1. Pengisian formulir F1.03
  2. Foto Copy KTP-el
  3. Kartu Keluarga (KK) asli/foto copy
  4. Akta perceraian atau Formulir F1.05

Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) untuk WNA

  1. Pengisian formulir F1.03
  2. Dokumen Perjalanan
  3. KITAS
  4. Surat keterangan dari sponsor
  5. Surat Tanda Melapor (STM) dari kepolisian
  6. Pas photo berwarna 2x3 sebanyak 2 lembar

Pendataan Penduduk Non Permanen

  1. Pengisian formulir F 4.01 penduduk non permanen
  2. Surat pengantar dari RT/RW
  3. Surat pengantar dari Lurah
  4. KTP-el
  5. Kartu keluarga
  6. Surat keterangan dari penjamin
  7. Pas photo berwarna 2x3 sebanyak 2 lembar

  • PENCATATAN DAN PENERBITAN KUTIPAN AKTA KELAHIRAN 0 – 60 HARI

Pencatatan kelahiran WNI harus memenuhi persyaratan:

  1. Pemohon mengisi form F2.01
  2. Surat keterangan kelahiran dari Dokter/Bidan/penolong kelahiran (Penduduk dapat membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas kebenaran data kelahiran dengan diketahui oleh 2(dua) orang saksi dalam hal: tidak memiliki surat keterangan kelahiran
  3. Nama dan identitas saksi kelahiran (2 orang saksi dengan melampirkan fotocopy KTP)
  4. Fotocopy Kartu Keluarga
  5. Fotocopy KTP orang tua
  6. Fotocopy Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua(tidak memiliki buku nikah/kutipan akta perkawinan atau bukti lain yang sah tetapi status hubungan dalam KK menunjukan sebagai suami istri,Penduduk dapat membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas kebenaran data pasangan suami istri dengan diketahui oleh 2 (dua) orang saksi
  7. Para pihak harus hadir menandatangani buku register

Pencatatan kelahiran WNI bagi anak yang baru lahir atau baru ditemukan dan tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya

  • harus memenuhi persyaratan berita acara dari kepolisian.

Pencatatan kelahiran WNI bagi anak yang tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya selain yang dimaksud pada point c harus memenuhi persyaratan

  • surat pernyataan tanggung jawab mutlak kebenaran data kelahiran dengan 2 (dua) orang saksi.

Pencatatan kelahiran WNI yang bertempat tinggal di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sedang berkunjung ke Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  1. surat keterangan kelahiran;
  2. buku nikah/kutipan akta perkawinan atau bukti
  3. nikah/perkawinan lainnya; dan
  4. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia dan/atau
  5. Dokumen Perjalanan orang tua; atau
  6. surat keterangan pindah luar negeri.

Pencatatan kelahiran Orang Asing pemegang izin kunjungan, pemegang izin tinggal terbatas dan pemegangizin tinggal tetap  harus memenuhi persyaratan:

  1. surat keterangan kelahiran;
  2. Dokumen Perjalanan; dan
  3. KTP-el atau kartu izin tinggal tetap atau kartu izin tinggal terbatas atau visa kunjungan.

Pencatatan Lahir Mati harus memenuhi  persyaratan :

  1. surat keterangan lahir mati; atau
  2. pernyataan dari orang tua kandung atau wali bagi yang tidak memiliki surat keterangan lahir mati.

 

  • PENCATATAN DAN PENERBITAN KUTIPAN AKTA KELAHIRAN 60 HARI KEATAS (DISPENSASI)

Pencatatan kelahiran WNI harus memenuhi persyaratan:

  1. Surat keterangan kelahiran dari Dokter/Bidan/penolong kelahiran (Penduduk dapat membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas kebenaran data kelahiran dengan diketahui oleh 2(dua) orang saksi dalam hal: tidak memiliki surat keterangan kelahiran
  2. Nama dan identitas saksi kelahiran (2 orang saksi dengan melampirkan fotocopy KTP)
  3. Fotocopy Kartu Keluarga
  4. Fotocopy KTP orang tua
  5. Fotocopy Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua(tidak memiliki buku nikah/kutipan akta perkawinan atau bukti lain yang sah tetapi status hubungan dalam KK menunjukan sebagai suami istri,Penduduk dapat membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak atas kebenaran data pasangan suami istri dengan diketahui oleh 2 (dua) orang saksi
  6. Para pihak harus hadir menandatangani buku register
  7. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak kebenaran data kelahiran dengan 2 (dua) orang saksi.

Pencatatan kelahiran WNI yang bertempat tinggal di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sedang berkunjung ke Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  1. surat keterangan kelahiran;
  2. buku nikah/kutipan akta perkawinan atau bukti
  3. nikah/perkawinan lainnya; dan
  4. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia dan/atau
  5. Dokumen Perjalanan orang tua; atau
  6. surat keterangan pindah luar negeri.

Pencatatan kelahiran Orang Asing pemegang izin kunjungan, pemegang izin tinggal terbatas dan pemegangizin tinggal tetap  harus memenuhi persyaratan:

  1. surat keterangan kelahiran;
  2. Dokumen Perjalanan; dan
  3. KTP-el atau kartu izin tinggal tetap atau kartu izin tinggal terbatas atau visa kunjungan.

  • PENCATATAN DAN PENERBITAN KUTIPAN AKTA PERKAWINAN

Pencatatan perkawinan Penduduk WNI di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  1. Pemohon mengisi form. F2.01
  2. Fotocopy surat bukti perkawinan agama/surat perkawinan penghayat kepercayaan yang ditandatangani oleh pemuka penghayat kepercayaan (dilegalisir)
  3. Surat keterangan dari Lurah
  4. Fotocopy Kartu Keluarga
  5. Fotocopy KTP Suami dan Isteri, serta saksi
  6. Fotocopy Akta Kelahiran suami dan isteri
  7. 2 (dua) orang saksi yang telah berusia 21 tahun keatas harus hadir
  8. Akta Kelahiran Anak yang diakui
  9. Akta Perceraian/Kematian jika yang bersangkutan telah pernah kawin
  10. Pas Photo suami dan insteri berdampingan ukuran 4 x 6 cm, sebanyak = 5 lembar
  11. Izin dari komandan bagi anggota TNI/Polri

 Pencatatan perkawinan Orang Asing di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  1. surat keterangan telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama atau penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
  2. pas foto berwarna suami dan isteri;
  3. Dokumen Perjalanan;
  4. surat keterangan tempat tinggal bagi pemegang izin tinggal terbatas;
  5. KK;
  6. KTP-eL; dan
  7. izin dari negara atau perwakilan negaranya

Perkawinan WNI di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib dilaporkan kepada Perwakilan Republik Indonesia setelah dicatatkan pada instansi yang berwenang di negara setempat dengan memenuhipersyaratan:

  1. kutipan akta perkawinan dari negara setempat; dan
  2. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia suami dan istri.

Jika negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan perkawinan bagi Orang Asing, pencatatan perkawinan WNI dilakukan pada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Surat keterangan telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama atau penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; dan
  2. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia suami dan istri.

Perkawinan WNI di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajibdilaporkan ke Disdukcapil KabupatenlKota atau UPT Disdukcapil Kabupaten/Kota di tempat Penduduk berdomisili dengan memenuhi persyaratan :

  1. bukti pelaporan perkawinan dari Perwakilan Republik Indonesia; dan
  2. kutipan akta perkawinan.

Perkawinan WNI dengan Orang Asing di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan pada instansi yang berwenang di negara setempat wajib dilaporkan kepada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Kutipan akta perkawinan/bukti pencatatan perkawinan dari negara setempat;
  2. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia dan Dokumen Perjalanan; dan
  3. Surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri.

Dalam hal negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan perkawinan bagi Orang Asing, pencatatan perkawinan WNI dengan Orang Asing dilaksanakan pada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Surat keterangan terjadinya perkawinan di negara setempat;
  2. Pas foto berwarna suami dan isteri;
  3. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia dan Dokumen Perjalanan; dan
  4. Surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri.

  • PENCATATAN AKTA PERCERAIAN

Penerbitan Akta Perceraian harus memenuhi persyaratan :

  1. Pemohon mengisi form F2.01
  2. Salinan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap
  3. Kutipan akta perkawinan suami dan isteri (asli) (Jika kutipan asli tidak bisa diberikan, pemohon harus membuat surat pernyataan)
  4. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga

 Perceraian WNI di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan pada instansi yang berwenang di negara setempat wajib dilaporkan kepada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Kutipan akta perceraian/bukti pencatatan perceraian dari negara setempat;
  2. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia; dan
  3. Surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri.

Dalam hal negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan perceraian bagi Orang Asing, pencatatan perceraian WNI dilakukan pada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Dokumen yang sah tentang terjadinya perceraian di negara setempat;
  2. Kutipan akta perkawinan atau bukti pencatatan perkawinan; dan
  3. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia atau surat keterangan pindah luar negeri suami dan istri yang telah bercerai.

Jika pemohon tidak dapat menyerahkan kutipan akta perkawinan atau bukti pencatatan perkawinan,

pemohon membuat surat pernyataan yang menyatakan kutipan akta perkawinan tidak dimiliki dengan alasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

  • PENCATATAN AKTA KEMATIAN  

Penerbitan Akta memenuhi persyaratan :

  1. Pemohon mengisi form F2.01
  2. Surat keterangan kematian dari dokter/paramedic bagi yang meninggal di RS
  3. Surat keterangan kematian dari Lurah/Kepala desa jika meninggal dirumah
  4. Fotocopy Akta kelahiran yang meninggal bagi yang memiliki akta
  5. Asli KTP dan KK
  6. Fotocopy dokumen imigrasi bagi orang asing
  7. Fotocopy KTP saksi minimal 1 (satu) Orang

Pencatatan kematian WNI di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan pada instansi yang berwenang di negara setempat wajib dilaporkan kepada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Kutipan akta kematian/bukti pencatatan kematian dari negara setempat;
  2. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia; dan
  3. Surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri

Dalam hal negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan kematian bagi Orang Asing, pencatatan kematian WNI dilaksanakan pada Perwakilan Republik Indonesia dengan memenuhi persyaratan:

  1. Surat keterangan kematian dari instansi yang berwenang di negara setempat;
  2. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia; dan
  3. Surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri.

  • PENCATATAN AKTA PENGESAHAN ANAK DAN PENGAKUAN ANAK

Penerbitan Akta Pengesahan Anak harus memenuhi persyaratan :

  1. Pemohon mengisi form. F2.01
  2. Surat pengantar dari RT/RW dan diketahui kepala desa/ lurah
  3. Kutipan akta kelahiran
  4. Fotocopy kutipan akta perkawinan
  5. Fotocopy KK
  6. Fotocopy KTP pemohon
  7. Surat Pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa anak tersebut anak biologis suami isteri bagi yang non muslim
  8. Bagi yang muslim melalui penetapan Pengadilan Agama

Pencatatan pengesahan anak bagi Penduduk Orang Asing di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus memenuhi persyaratan:

  1. kutipan akta kelahiran;
  2. Kutipan akta perkawinan yang menerangkan terjadinya peristiwa perkawinan agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa terjadi sebelum kelahiran anak;
  3. KK orang tua; dan
  4. Dokumen Perjalanan bagi ayah atau ibu Orang Asing.

Penerbitan Akta Pengakuan Anak harus memenuhi persyaratan :

  1. Surat pengantar dari RT/RW dan diketahui kepala desa/ lurah
  2. Surat Pengakuan anak dari ayah biologis yang di setujui ibu kandung bagi non muslim
  3. Surat Keterangan telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama atau penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Kutipan akta kelahiran
  5. Fotocopy KK dan KTP ayah biologis, ibu kandung.
  6. Penetapan Pengadilan Agama bagi yang muslim